Pelindung pesisir
Akarnya yang rapat menahan tanah, meredam ombak dan gelombang badai, menyaring polutan dari air sungai, dan mencegah air asin merembes ke air tanah.
Di sisi timur Tanjung Benoa, sabuk hijau mangrove melindungi daratan dari laut. Kami memulihkannya, satu bibit demi satu bibit.

Pulau Pudut dulu luasnya lebih dari 10 hektare. Abrasi dan pengerukan membuatnya menyusut hingga sekitar satu hektare. Sejak itu, komunitas Balaram Mangrove Heroes dan yayasan kami, bekerja sama dengan UPTD Tahura Ngurah Rai, telah menanam lebih dari 50.000 bibit mangrove agar pulau ini bisa tumbuh kembali.
Setiap bibit adalah komitmen untuk pesisir yang hijau dan tangguh, sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk menjaga lingkungannya.
Akarnya yang rapat menahan tanah, meredam ombak dan gelombang badai, menyaring polutan dari air sungai, dan mencegah air asin merembes ke air tanah.
Akar-akarnya yang saling membelit menjadi tempat asuhan bagi ikan, udang, dan kepiting muda, serta rumah bagi burung, reptil, bahkan kunang-kunang. Daun yang gugur menjadi dasar rantai makanan laut.
Mangrove yang sehat berarti lebih banyak ikan bagi nelayan setempat, lapangan kerja di bidang ekowisata, serta produk seperti sirup dan selai buah mangrove dan pewarna alami untuk batik.
Mangrove menyimpan karbon di tanahnya yang tergenang air, dan karbon itu dapat tersimpan selama berabad-abad jika hutannya tidak diganggu.
Dari pohon perintis yang menghadap laut lepas hingga pepohonan di tepi daratan, setiap spesies punya perannya sendiri.
Bakau hitam
Akar tunjangnya yang tinggi dan melengkung menjadikannya garis pertahanan pertama terhadap laut lepas.
Bakau minyak
Daunnya hijau tua mengilap dengan tajuk yang rapat; spesies kunci dalam sabuk mangrove pelindung pantai.
Bakau kurap
Perintis tangguh di tepi hutan, tempat ombak dan kadar garam paling tinggi.
Api-api
Akar napasnya yang berbentuk seperti pensil mencuat dari lumpur bagaikan snorkel, dan daunnya mengeluarkan kelebihan garam.
Api-api putih
Sering menjadi pohon pertama yang tumbuh di dataran lumpur baru; tahan terhadap terik matahari, ombak, dan air yang sangat asin.
Pedada (prapat)
Perintis di zona yang menghadap laut, dengan tajuk lebar yang menaungi banyak satwa pesisir.
Pedada merah (bogem)
Tumbuh di lumpur yang lebih lembut di sepanjang sungai pasang surut, tempat air tawar bertemu air laut.
Tanjang (putut)
Akar lututnya melengkung keluar-masuk lumpur. Bibitnya yang panjang seperti cerutu sejak dulu dimakan oleh masyarakat pesisir.
Nyirih
Akar papannya yang berkelok seperti pita membentuk pola di lantai hutan, dan buahnya sebesar bola meriam.
Tengar
Pohon di bagian dalam hutan yang tumbuh lambat tetapi sangat tangguh, dan membentuk semak belukar yang rapat.

Tanjung Benoa bukan hanya soal olahraga air. Naiklah ke perahu dan susuri kanal-kanal di bawah rimbunnya mangrove: perjalanan untuk melambat, bernapas lebih dalam, dan kembali dekat dengan alam.

Belajar mencetak motif di kain atau kertas hanya dengan daun dan bunga tanaman mangrove. Cara kreatif untuk lebih dekat dengan alam sekaligus membuat oleh-oleh yang ramah lingkungan.
Tanya kami di WhatsAppTanam bibit bersama kami saat berkunjung, atau danai penanamannya dari rumah. Kami menyemai bibitnya di persemaian kami, menanamnya di Pulau Pudut, dan merawatnya.
Ada pertanyaan lain? Hubungi kami lewat WhatsApp.
Ada. Kami menawarkan tur perahu menyusuri kanal-kanal mangrove Pulau Pudut. Hubungi kami di WhatsApp untuk memesan.
Bisa. Anda dapat menanam bibit bersama kami saat berkunjung atau dalam kegiatan rombongan, atau mendanai penanaman mangrove dari rumah melalui halaman Adopsi & donasi.
Sepuluh spesies: tiga Rhizophora, dua Avicennia, dua Sonneratia, Bruguiera gymnorrhiza, Xylocarpus granatum, dan Ceriops tagal.
Abrasi dan pengerukan membuat pulau ini menyusut dari lebih dari 10 hektare menjadi sekitar satu hektare. Menanam kembali mangrove membantu menahan pasir dan membangun kembali garis pantai.
Terakhir diperbarui: