Penyu hijau
Chelonia mydas
Penyu berukuran besar yang beratnya bisa lebih dari 300 kg. Saat dewasa, ia memakan lamun dan alga. Berkat upaya konservasi, populasinya di dunia mulai pulih. Wikipedia
Penyu telah mengarungi samudra selama lebih dari 100 juta tahun. Dengan memakan lamun dan ubur-ubur, mereka menjaga kesehatan habitat laut. Kini, hanya sebagian sangat kecil tukik yang bertahan hidup hingga dewasa.


Status konservasi berdasarkan Daftar Merah IUCN. Ketiganya dilindungi oleh hukum Indonesia.
Chelonia mydas
Penyu berukuran besar yang beratnya bisa lebih dari 300 kg. Saat dewasa, ia memakan lamun dan alga. Berkat upaya konservasi, populasinya di dunia mulai pulih. Wikipedia
Eretmochelys imbricata
Mudah dikenali dari paruhnya yang sempit dan cangkangnya yang bermotif. Ia hidup di sekitar terumbu karang dan memakan spons. Penyu ini terancam oleh perburuan dan hilangnya habitat. Wikipedia
Lepidochelys olivacea
Salah satu penyu terkecil, dengan berat sekitar 45 kg. Ia hidup di laut lepas, dan banyak tukiknya dimangsa burung, kepiting, dan ular. Wikipedia
Selama musim bertelur, tim kami berpatroli di pantai pada malam hari untuk menemukan sarang sebelum didahului pemangsa atau air pasang.
Telur yang terancam dipindahkan dengan hati-hati ke tempat penetasan semi-alami kami, agar dapat menetas dengan aman.
Tukik biasanya dilepas beberapa hari setelah menetas, sering kali bersama hotel-hotel mitra kami. Sebagian dirawat hingga seminggu agar kami bisa memastikan mereka cukup kuat.
Kami merawat penyu yang terdampar atau terjerat, dengan pakan alami (ikan dan lamun), perawatan cangkang, dan kolam yang bersih, hingga mereka bisa kembali ke laut.

Pada malam hari, penyu betina merayap naik ke pantai, menggali lubang dengan sirip belakangnya, dan bertelur sekitar seratus butir sebelum kembali ke laut.
Telur dierami di pasir hangat selama sekitar 45 sampai 60 hari. Pasir yang lebih hangat menghasilkan lebih banyak betina, pasir yang lebih dingin lebih banyak jantan.
Tukik menggali keluar bersama-sama, biasanya pada malam atau senja hari, lalu menuju cakrawala yang paling terang: laut.
Penyu muda hanyut di laut lepas selama bertahun-tahun. Sangat sedikit yang bertahan melewati masa ini.
Puluhan tahun kemudian, penyu betina dewasa kembali bertelur di pantai tempat ia dilahirkan.
Kepiting, anjing, dan burung menggali sarang, dan air pasang tinggi dapat menghanyutkan telur.
Penyu menelan plastik yang dikira ubur-ubur dan terjerat jaring ikan.
Lampu di tepi pantai membuat tukik kehilangan arah, dan bangunan mengambil alih pantai tempat penyu bertelur.
Di beberapa tempat, telur dan penyu masih diambil secara ilegal.
Pasir yang makin panas hampir hanya menghasilkan betina, dan naiknya permukaan laut mengikis pantai tempat penyu bertelur.

Ada pertanyaan lain? Hubungi kami lewat WhatsApp.
Penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang dapat ditemukan di pesisir kami.
Di pesisir kami, puncak musim bertelur terjadi pada April sampai Agustus. Tukik keluar sekitar 45 sampai 60 hari setelah telur diletakkan.
Sebagian besar tukik dilepas beberapa hari setelah menetas. Terkadang kami merawatnya hingga seminggu untuk memantau kesehatannya dan memastikan mereka cukup kuat untuk hidup di laut.
Pada Oktober 2025, IUCN menurunkan status global penyu hijau dari Terancam punah menjadi Risiko rendah, berkat upaya konservasi selama puluhan tahun. Beberapa populasi regional masih terancam, dan spesies ini tetap dilindungi penuh di Indonesia.
Tidak. Penyu dilindungi di Indonesia, dan menangkap atau memperdagangkan penyu, telurnya, maupun cangkangnya adalah perbuatan ilegal.
Terakhir diperbarui: